Defisit anggaran APBN 2019 meningkat,apakah pertanda ekonomi melemah?


Disusun oleh : Kurnia Trioctia

Indonesia mengalami defisit Anggaran APBN bahkan di tahun ini Defisit anggaran APBN lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN) pada periode Juni 2019 mengalami defisit sebesar Rp 135,8 triliun.Sampai akhir Mei 2019 total penerimaan negara mencapai Rp 728,5 triliun atau 33,4% dari target APBN 2019 yang sebesar Rp 2.165,1 triliun.
Pertumbuhan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) hingga akhir Mei 2019 juga turun menjadi hanya 8,6%. Pada Mei 2018 pertumbuhan PNBP mencapai 18,1%.pertumbuhan pendapatan negara hingga akhir Mei 2019 hanya tumbuh 6,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.Sri Mulyani mengatakan penerimaan pajak hingga akhir Mei 2019 mencapai Rp 496,6 triliun atau baru mencapai 31,5% dari target APBN 2019 yang sebesar Rp 1.786,4 triliun.Jika dibandingkan dengan Mei 2018 lalu, pertumbuhan pendapatan negara bisa mencapai 15,5%.Sri Mulyani Indrawati juga mengatakan bahwa,meningkatnya defisit anggaran tersebut dikarenakan realisasi belanja yang tumbuh lebih tinggi dibandingkan pendapatan yang ada saat ini atau bisa juga karena relaisasi dari belanja negara yang semakin meningkat
dan disisi lain penerimaan negara tak mampu menyeimbangkan laju belanja karena tekanan gejolak ekonomi global, seperti ketidakpastian ekonomi.Namun Apabila penerimaan pajak dan defisit APBN memang diproyeksikan melebar, maka pemerintah berpotensi untuk menarik utang lebih banyak baik melalui SBN maupun utang luar negeri.Kesimpulannya utang pemerintah pasti akan mengambil dua bentuk, utang luar negeri dan domestik. Prioritas utang domestik melalui SBN tetapi di sisi lain pemerintah akan tetap melakukan utang luar negeri.Penarikan utang pada sisa tahun 2019 akan sangat bergantung pada biaya dan risiko yang perlu ditanggung pemerintah dari penarikan kedua jenis utang tersebut.Namun Menurut Sri Mulyani saat ini penerimaan pajak masih cukup baik.Sri Mulyani juga telah memastikan bahwa kementeriannya akan tetap menjaga agar realisasi defisit tetap sehat. Hal ini akan dilakukan dengan pengelolaan APBN yang semakin kredibel dan akurat.

Terimakasih telah mengunjungi blog kami semoga artikel yang kami berikan dapat menambah ilmu,informasi dan wawasan yang lebih luas❤.

Artikel ini memuat materi pelajaran Otomatisasi tata kelola Keuangan

Sumber Referensi:
https://www.cnbcindonesia.com/news/20190622192030-4-80036/defisit-apbn-2019-makin-lebar-pertanda-apa
(Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
22 June 2019 19:30)
https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/money/read/2019/07/17/132200826/defisit-anggaran-terus-melebar-akhir-tahun-diprediksi-lampaui-uu-apbn-2019(Penulis: Mutia Fauzia,Editor: Bambang Priyo JatmikoRabu,17 Juli 2019 13:22 WIB)
https://m.cnnindonesia.com/ekonomi/20190826122218-532-424643/efek-ekonomi-global-defisit-apbn-juli-melebar-ke-114-persen(CNN Indonesia Senin, 26/08/2019 12:41)
https://www.google.com/amp/s/www.jawapos.com/ekonomi/17/07/2019/penerimaan-melemah-defisit-apbn-2019-diperkirakan-jebol/%3famp(Editor : Estu Suryowati,Reporter : Igman Ibrahim,Rabu17 Juli 2019, 08:34:09 WIB)
https://m.bisnis.com/ekonomi-bisnis/read/20191014/10/1158731/tingginya-realisasi-penerbitan-sbn-belum-indikasikan-pelebaran-defisit (Muhamad Wildan - Bisnis.com,14 Oktober 2019 - 13:05 WIB)

Komentar

Postingan Populer